Bahasa Indonesia | English

Pengenalan pada Kesenian Cirebon
oleh Richard North, diterjemahkan oleh Bambang Setijoso

Halaman: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7

Kesenian Kuno dan Modern Cirebon

Melihat jumlah bentuk bentuk kesenian di daerah sekecil Cirebon sungguh menakjubkan. Merujuk pada artikel berjudul “the Arts of Cirebon” seorang sarjana bernama Matthew Isaac Cohen menulis “ banyaknya keaneka ragaman kesenian di Cirebon hanya bisa dibandingkan dengan Bali, semua yang menarik di Cirebon (tidak seperti halnya di Bali) belum banyak dikenal atau tersentuh oleh turis.


Lukisan Kaca Cirebon oleh seniman Bambang Sonjaya

Cirebon mempunyai keunikan dalam arsitektur klasik, tekstil batik, seni ukir kayu, dan lukisan kaca terbalik. Musik Cirebon (diantara berbagai aliran) termasuk 2 macm Gamelan, Gamelan Prawa dan Gamelan Pelog, ditambah tiga ansambel kuno yaitu Gong Renteng, Denggung, dan Gong Sekati. Cirebon juga dikenal dengan tradisi kuno, tari topeng, dan dua macam teater wayang, yaitu Wayang Kulit dan Wayang Golek. Yang terakhir ini juga kadang disebut sebagai Wayang Cepak untuk membedakan itu dengan tradisi tradisi wayang dari daerah selatan pulau Jawa ataupun Wayang Golek Sunda,

Menurut cerita dari mulut ke mulut, kelompok kelompok seniman keliling dari Jawa Timur dahulu kala telah bermigrasi kearah barat pulau Jawa menuju kesepanjang pantai utara, pada kurang lebih 700 tahun yang lalu, yang kemudian menetap di Cirebon. Disitu mereka mengatur diri dan membuat kelompok kelompok seniman dan membentuk sebuah kerangka dasar bagi keluarga mereka dalam mengamankan kesenian tersebut – mereka menganggapnya sebagai pusaka, sesuatu yang sakral –sampai dengan saat ini. Para ahli merasakan kesenian Cirebon telah menawarkan kita suatu pintu menuju Sejarah Kesenian Jawa tempo dulu yang patut dihargai. Sambil menjaga tradisi tradisi tersebut, seniman seniman Cirebon sekarang ini melakukan interpretasi baru terhadap bentuk bentuk kesenian kuno, seperti pada tari tariannya, batik dan lukisan, dalam sesuatu yang baru – suatu proses panjang yang mungkin akan berjalan dalam jangka waktu berabad abad.


Topeng Kelana, satu dari lima karakter utama dari Topeng Cirebon.

Kecuali tentang keunikan budaya dan sejarah, kesenian Cirebon sejauh ini baru sedikit saja yang diketahui oleh para periset budaya Jawa, baru bak sebuah catatan kaki saja. Mulai dari sejak jaman penjajahan Belanda, periset asing maupun Indonesia, sebagian besar mengerahkan segala perhatian dan fokusnya kepada kesenian dari daerah selatan Jawa Tengah dan Bali, sementara kesenian dari Cirebon relatip tetap kurang dikenal oleh orang diluar dareah tersebut.

Seni Cirebon : Krisis dan Kesempatan

Lebih dari 700 tahun Cirebon telah berevolusi kedalam sebuah harta karun mayapada dari Kebudayaan Jawa. Pengatahuan tentang seni tradisionil dahulu kala dianggap sakral, selama berabad abad kerahasiaannya dijaga diantara para kerabat keluarga seniman didaerah pedalaman ataupun tersimpan diantara dinding dingin keraton dari tiga kerajaan Cirebon atau diantara lingkungan kerajaan saja. Sistem yang tertutup ini telah membuat pengetahuan tentang seni tidak dapat tersalurkan kepada generasi penerus. Sejumlah tanda tanda akan hilangnya bentuk bentuk seni kuno Cirebon ini telah mencuat kepermukaan, sebuah kenyataan yang baru baru ini telah diperingatkan dalam pers Indonesia. Sekarang ini semakin banyak seniman Cirebon yang telah menyadari seriusnya situasi, dan telah memutuskan –seperti mereka katan sendiri dari pada punah- untuk membuka apa yang sebelumnya dianggap rahasia.


Ukiran kayu Cirebon kontemporer dengan karakter wayang dan naskah Jawa pada Istana Kacirebonan (foto R North)

Halaman 4 - Seniman Seniman Indonesia dan Peneliti >>>

Web Desain : rahasia design