Catatan Ringkas Penerbitan Dalam Bahasa Inggris
oleh Richard North
Umum | Batik | Musik | Keris | Topeng | Wayang
Cohen, Matthew Isaac (March 2005), “The Arts of Cirebon”, in Seleh Notes, the UK Gamelan Magazine, Vol 12 No 2.
Sebuah ringkasan terdiri dari 5 halaman bergambar yang padat tapi jelas, memberikan ikhtisar dengan bagus sekali kepada pembaca tentang berbagai segi dari Kewbudayaan Cirebon, keberadaanya dalam sejarah dan tantangan tantangan yang harus dihadapinya untuk bisa bertahan hidup.
Jessup, Helen Ibbitson (1990) Court Arts of Indonesia. New York: The Asia Society Galleries.
Sebuah buku besar banyak memuat foto foto bagus tentang berbagai obyek dari pusat pusat kerajaan di Indonesia dan didukung dengan tulisan bermutu. Ada lebih dari 40 rujukan pada Cirebon, akan tetapi kebanyakan tidak disertai dengan indeks, jadi pembaca harus melakukan pencarian sendiri jika memerlukannya. Dari Cirebon diperlihatkan contoh contoh topeng, wayang kulit, instrumen gamelan, arsitektur keraton, ukiran kayu, termasuk gambar gambar ukiran terperinci dari Kereta Kencana dari dua Keraton, yaitu Kasepuhan dan Kanoman.
Lim, Lawrence (1990) Cirebon. Singapore: Times Editions.
Sebuah buku petunjuk bebagai segi dari Cirebon, dimuat dalam 96 halaman foto foto dan prosa yang sangat menarik, termasuk didalamnya sketsa yang menarik tentang orang orang dan tempat tempat khusus.
Paramita R. Abdurachman (editor) (1982) Cerbon. Jakarta: Sinar Harapan.
Meliput berbagai topik yang sangat menarik, termasuk sejarah Cirebon, arsitektur, musik, lukisan kaca, ukiran kayu, topeng, batik, bahkan makanan khas Cirebon!. Banyak ada foto foto pelengkap tulisan yang dikumpulkan oleh para sarjana ternama dalam bidangnya. Juga teks yang berkaitan dalam bahasa Inggris dan Indonesia
Reid, Anthony (1988 & 1994) Southeast Asia in the Age of Commerce 1450-1680. In 2 Volumes. New Haven and London: Yale University Press.
Laporan yang enak dibaca, tentang pembentukan maritim di kerajaan kerajaan pesisir Asia Tenggara, yang mana Cirebon adalah termasuk salah satu didlalamnya yang masih ada di pulau Jawa. Mentakjubkan banyaknya detil detil kesenian yang disampaikan gambar dan humor.
Siddique, Sharon Joy (1977) Relics of the Past? A Sociological Study of the Sultanates of Cirebon, West Java. U. of Bielefeld: Doctoral Dissertation.
Mentakjubkan melihat banyaknya fakta dan tanggal dengan analisa teoritis mempertentangkan antara kerajaan kerajaan yang berada di dalam dan di pesisir pantai , dimana Cirebon menjadi contoh utama dari yang disebut terakhir itu. Juga diliput tentang upacara uparacara kerajaan, kepercayaan dan mitos mitos.
Djoemena, Nian S. (1986) Batik: Its Mystery and Meaning. Jakarta: Djambatan.
Survai umum tentang kekhususan jenis jenis batik jawa, berisi belasan halaman masing masing tertuju khusus pada batik Cirebon dan sekitar Indramayu. Meskipun kita hanya diberi sedikit teks dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, kita sudah akan paham akan pola pola batik Cirebon yang tidak diperlihatkan di tempat lain.
Elliot, Inger McCabe (editor) (1984) Batik: Fabled Cloth of Java. New York: Clarkson N. Potter, Inc.
Menkhususkan pekerjaan pada batik dari pesisir pantai utara pulau Jawa yang menempiaskan warna yang diperbolehkan dan yang tidak, secara terukur. Penekanan kuat pada tradisi batik Cirebon diperkuat oleh lima esei oleh Paramita Abdurachman, redaktur Cerbon (lihat pada menu umum). Ilustrasi ilustrasi berwarnanya sangat cantik.
Rojen, Pepin van (1996) Batik Design. Singapore: Shambhala Publications, Inc.
Batik tradisionil, terbagi secara seimbang antara bagian pesisir dan bagian dalam ( yang disebut klasik oleh penulisnya), bab ringkas tentang tekstil Cirebon ditambah dengan lusinan contoh contoh berwarna menarik. Sayang, pada sampul muka terdapat gambar yang tercetak terbalik (kepala naga dibalik awan), tapi untungnya gambar yang sama telah dibetulkan pada halaman 152.
Heringa, Rens et al (1996) Fabric of Enchantment: Batik from the North Coast of Java. Los Angeles: Los Angeles County Museum of Art.
Meskipun ini melingkupi tekstil yang sama dari pameran Pakaian Jawa oleh Elliot Fabled di UCLA, penjelajahan batik pesisir diperkaya dengan banyak foto foto, juga karangan tajam oleh sarjana Oxford, Peter Carey pada “The World Of the Pasisir”.
Kunst, Jaap (1933/1973), edited by E. L. Heins Music in Java in 2 volumes. The Hague: Martinus Nijhoff.
Dua puluh delapan tahun dalam pengembangan dan lebih dari tujuh puluh tahun usianya, musik di pulau jawa masih dianggap sumber utama informasi berkenaan dengan musik jawa. Meski berpusat pada musik dari selatan pulau jawa, terdapat pula banyak refersensi musik Cirebon (“Cheribon”), termasuk Gong Renteng, Denggung dan Gong Sekati.
North, Richard (guest editor) (December 1988) Balungan Volume 3 Number 3 (Cirebon Issue). Oakland: American Gamelan Institute.
Isi dari seluruh terbitan berkala, Balungan, ini ditujukan pada pertunjukan seni Cirebon dan merupakan satu satunya sumber informasi tentang berbagai topik tersebut yang ditulis dalam bahasa Inggris. Disitu termasuk artikel artikel tentang berbagai tipe musik Cirebon dan wayang oleh Richard North, sebuah artikel tari topeng oleh Endo Suandadan, sebuah deskripsi Tarling oleh Michael Wright (dengan catatan tambahan oleh Henry Spiller).
Spiller, Henry (2004) Gamelan: The Traditional Sounds of Indonesia. Santa Barbara, Denver & Oxford: ABC-CLIO World Music Series.
Boleh jadi (menurut pendapat saya) ini adalah sebuah garapan tentang gamelan yang terbaik sejak gubahan lagu Jawa terlengkap oleh Jaap Kunst 1993. Sementara ia secara menyeluruh meliput musik tradisional Bali dan Jawa yang sudah amat dikenal, Dr Spiller terlihat mencolok keitka ia menulis tentang Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya sejarahCirebon dalam perkembangan gamelan Jawa dan memasukkan berbagai foto foto instrument gamelan Cirebon, topeng dan tari topeng. Sebuah daftar lengkap dari terminologi gamelan daerah, termasuk Cirebon didalamnya.
Suanda, Endo (1998) “Cirebon”, pp 685-699 in The Garland Encyclopedia of World Music—Southeast Asia (Terry E. Miller & Sean Williams editors) New York.
Survai rentang menyeluruh dari bentuk bentuk musik Cirebon diilustrasikan dengan baik, mendetil dan mendalam, termasuk sejarah dan aspek aspek spritiul dan kultural.
Wright, Michael Richard (1978) The Music Culture of Cirebon.
UCLA: Doctoral Dissertation.
Ini sungguh merupakan sebuah terobosan besar di tahun 1978, pekerjaan pionir tentang gamelan Cirebon, 356 halaman analisa Dr Wright pada musik Cirebon gamelan slendro (prawa) dan pelog. Berisi banyak sekali notasi , meskipun itu bentuk yang jarang dari model notasi Jawa Barat. Juga terdapat katalog Dr Wright, rekaman gamelan klasik Cirebon yang sangat indah, kopinya tersedia di UCLA.
Ghiringhelli, Vanna and Mario (1991) The Invincible Krises. Milano: BA-MA Editrice.
Sangat sedikit tulisan bermutu tentang Keris Cirebon. Buku kecil ini sedikitnya mempunyai 7 foto foto berwarna Keris Cirebon dan cangut (pegangan keris)- salah satunya terlihat pada halaman muka, ditengah tengah. Ada sedikit teks dalam bahasa Inngris dan Itali.
van Duuren, David (1998) The Keris: An Earthly approach to a Cosmic Symbol. Wijk en Aalburg: Pictures Publishers.
Banyak sekali teks meliputi distribusi, asal usul dan keaneka ragaman Keris daerah telah rusak oleh pandangan keliru dan sikap merendahkan pada kepercayaan tradisional yang bertumpu pada simbol simbol budaya yang mencolok sperti takhyul. Foto fotoyang luar biasa bagus dari ukiran Cirebon terdapat pada halaman halaman 38, 45 dan 47.
Grauer, Rhoda (2004) Rasinah: The Enchanted Mask (DVD)
Libraries on Fire ([email protected]). Video menarik tentang kehidupan penari Topeng Cirebon terkemuka dan legendaris Rasinah, mengupas latar belakang kebudayaan dan arti spiritual dari topeng topeng kuno dan belalunya tari dari generasi ke generasi.
Rogers-Aguiniga, Pamela (1986) Topeng Cirebon: The Masked Dance Theatre of West Java as Performed in the Village of Slangit. UCLA: Master’s Thesis.
Deskripsi detil Topeng gaya Cirebon dari desa Slangit, yang mana Pak Sujana Arja guru dari Ms Roger Aguiniga adalah merupakan contoh yang paling terkemuka.
Suanda, Endo (1983) Topeng Cirebon: In Its Ritual Context. Wesleyan U.: Master’s Thesis.
Pak Endo menulis secara mendalam dan meluas tentang Topeng Cirebon dimulai dari masa awal pertumbuhan tradisi tersebut. Meliputi nuansa aspek sosial, upacara, pemasangan dan sikap topeng, ditambah dengan pembicaraan tentang stuktur dan estika dari komponen komponen tari dan musik secara mendetil yang jarang dijumpai.
Basari (1998) Demon Abduction: A Wayang Ritual Drama from West Java. Jakarta: The Lontar Foundation.
Wayang khusus di mainkan oleh salah seorang dalang Cirebon paling disukai, almarhum Basari, diterjemahkan secara halusdan dramatis oleh Matthew Isaac Cohen.
Cohen, Matthew Isaac (1997) An Inheritance from the Friends of God: The Southern Shadow Puppet Theater of West Java, Indonesia. Yale, Doctoral Dissertation.
Dr Cohen, yang sangat kaya akan penulisan tentang kebudayaan Cirebon, menguji wayang kulit Cirebon dari dalam, meneliti kedalaman sejarah Cirebon, lingkungan sosial dan ketakhyulan, sementara memberikan sebuah gambaran akan kehidupan dalang Cirebon. Termasuk dialog aktuil di Cirebon dengan terjemahan dalam bahasa Inggris.
Djajasoebrata, Alit (1999) Shadow Theatre in Java. Amsterdam: Pepin Press.
Sebuah buku khusus yang lain, Sekalipun teks umumnya diorientasikn kepada wayang tradisionil dari selatan pulau jawa, ada sebanyak 35 toto2 wayang dari Cirebon dan pantai utara pulau Java , umumnya dalam gambar yang sangat menarik.
Herbert, Mimi (2002) Voices of the Puppet Masters: The Wayang Golek Theater of Indonesia. Jakarta: Lontar Foundation.
Belum pernah ada pekerjaan yang dikhususkan pada wayang golek yang tidak saja disampaikan secara ilmiah, tetapi juga kaya akan gambar gambar kanvas yang mengijinkan kita masuk kedunia fisik dan spiritualdari tradisi wayang Jawa. Dua bagain besar dari wayang golek, yaitu wayang goleh purwa dari Sunda dan wayang golek cepak dari Cirebon yang diliput dalam sepuluh bab, yang mana penjelasan tentang teater wayang diberikan oleh dalang dan pecintanya. (Catatan oleh Ian Jarvis Brown dalam Asian Theater Journal Volume 20, no1, Spring 2003 halaman 93-95, University of Hawai’I Press)
Bahasa Indonesia |
English