Pengenalan pada Kesenian Cirebon
oleh Richard North, diterjemahkan oleh Bambang Setijoso
Halaman: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7
Dimana Letak Cirebon?
Kerajaan Jawa kuno Cirebon adalah merupakan sebuah wilayah kebudayaan penting dalam wilayah nasional Indonesia, terletak dipesisir jalur pantai utara pula Jawa dari provinsi Jawa Barat. Pada abad 1400 an, rentetan belasan kerajaan telah didirikan disepanjang pesisir oleh sekelompok Wali. Oleh perdangan yang saling menguntungkan dengan India, Cina dan Arab, kerajaan kerajaan tepi pantai tersebut menjadi makmur dan secara perlahan lahan menjadikannya pusat politik dan kebudayaan yang penting.

Peta Indonesia, Cirebon ditunjukkan pada sisipan disebelah kiri..
Cirebon adalah merupakan kerajaan terakhir dari daerah pesisir pulau jawa yang masih terlihat keberadaannya. Istananya masih dihuni oleh keturunan keturunan dari Sultan pertama, Sunan Gunung Jati. Didirikan tahun 1478, Cirebon kadang kadang dirujukkan sebagai bapak rumah rumah raja Jawa .
Cirebon merupakan kota utama dari peduduk berbahasa Jawa yang terletak pada pantai utara wilayah penduduk berbahasa Sunda dari propinsi Jawa Barat. (Lihat pada peta dibawah) , Sekarang ini, Cirebon adalah sebuah Kotamadya dengan jumlah penduduk lebih dari 200 ribu. Semboyan resmi dari kota Cirebon adalah Gemah Ripah Loh Jinawi , sebuah peribahasa Jawa kuno diambil dari cerita Wayang Kulit yang mempunyai arti Tata Tentrem Kerta Raharja.

Peta bahasa dari pulau Jawa, diambil dari Wikpedia.
Cirebon berada didaerah penduduk berbahasa Jawa dari pantai utara Jawa
Cirebon adalah juga nama dari sebuah kabupaten yaitu Kabupaten Cirebon, sebuah wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 2.5 juta orang. Kabupaten Cirebon sekarang ini sedang dalam proses negosiasi dengan pemerintah Indonesia untuk melepaskan diri dari wilayah Jawa Barat dan membentuk sebuah provinsi terpisah – seperti yang telah terjadi dengan kota Banten di tahun 2000 (kota Cirebon dan Banten memiliki kesamaan sejarah, karena kedua kerajaan tersebut didirikan oleh sunan yang sama, Sunan Gunung Jati).

Simbol resmi Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon juga memiliki motonya sendiri yaitu Rame In Gawe Suci In Pamrih, sebuah peribahasa Jawa yang artinya, Giat Bekerja Keras Dengan Harapan Yang Suci. Simbol resmi pemerintah memperlihatkan gambar presentasi gapura kerajaan, senjata sakti kujang melampung diantara dua pilar gapura, Gunung berapinya Cirebon Ciremai, yang dikatakan sebagai penjaga Cirebon, gelombang merepresentasikan pentingnya lautan untuk perdagangan dan perikanan Cirebon dan rangkaian bunga melati yang terkenal dengan aromanya yang harum ; semua itu dikelilingi dengan sembilan bintang menyimbulkan Wali Sanga, sembilan Wali yang telah membawa ajaran Islam ke pulau Jawa pada saat Cirebon didirikan. Salah satu dari sembilan itu, Sunan Gunung Jati adalah Sultan pertama Cirebon. Beliau adalah yang dipuja oleh semua nenek moyang Cirebon dan tempat sucinya adalah merupakan sebuah tempat ziarah bagi seluruh penduduk Indonesia.

Pejiarah pejiarah pada tempat pemujaand dari Sultan Cirebon, Sunan Gunung Jati
(foto oleh R. North)
Bahasa Indonesia |
English